Takkan habis kata-kata menggambarkan keindahan desa yang langsung berhadapan dengan Danau Toba itu. Ada pantai, hamparan persawahan, gunung-gunung di sekeliling desa.
Meat masuk wilayah Kecamatan Tampahan, Tobasa, bersebelahan dengan Kecamatan Muara Kabupaten Taput dan hanya dibatasi oleh sebuah gunung. Kampung ini masih begitu jauh dari kesan modern.
Lihat saja hamparan persawahan mengelilingi Kampung Meat. Karena danaunya belum dieksplorasi, perairan di Meat adalah surga bagi pemancing.
Tak satu atau dua orang saja warga Balige yang datang ke tempat ini untuk memancing. Ikan-ikan yang berhasil dipancing disini berukuran besar.
Sebelum memasuki Kampung Meat, sebenarnya sepanjang perjalanan sudah disuguhi pemandangan alam yang luar biasa. Karena itu, Dinas Pariwisata Tobasa membangun tempat singgah di beberapa tempat sepanjang jalan menuju Meat.
Dari tempat singgah ini, pengunjung bisa rehat sejenak sambil “cuci mata” memandang jauh ke arah Danau Toba. Dari sini, anda bisa melihat garis sepanjang pantai berwarna hijau karena ganggang hijau yang tumbuh di sepanjang pantai.
Hanya saja, untuk menghabiskan beberapa malam di Meat terkendala penginapan. Cuma satu Home Stay yang berdiri tepat di pinggir pantai Meat. Namun penginapan tersebut belum dibuka secara umum.
Menurut penjaga penginapan, yang diperbolehkan menginap adalah tamu warga setempat yang kemalaman dengan harga kamar Rp100 ribu semalam.
Selain kendala penginapan, jalan menuju Meat masih perlu dibenahi. Memang saat ini pelebaran jalan sudah dilakukan. Namun kondisi jalan sebagian masih dalam pengerasan.
Pembatas jalan masih perlu diperbanyak, jika tidak, jurang di sebelah kanan bisa berujung maut